Idea

Budgeting Ala Millennials Menuju Merdeka Finansial

Budgeting ala millenials. Sering merasa engga kalo tiba-tiba seminggu setelah terima gaji uang di rekening sudah habis? Terus bertanya-bertanya kemanakah uang saya? Awal-awal saya mulai kerja dan menghasilkan uang sering gitu sih. Hahaha. Semakin kesini semakin sadar bahwa pengelolaan keuangan itu penting. Sangat penting demi #MerdekaSecaraFinansial. Apasih #MerdekaSecaraFinansial? Nah untuk lebih jelasnya cek di sini aja guys.

Nah, untuk kita para sobat misqueen yang tidak mampu membayar financial planner, ada tips and trick nih untuk menuju #MerdekaSecaraFinansial. (Disclaimer : penulis belum merdeka finansial ya tapi sedang berusaha menuju kesana dengan langkah-langkah yang akan dijelaskan).

Tips pertama, budgeting. Budgeting yang artinya membatasi pengeluaran kita dengan batasan tertentu. Bahasa mudahnya uang kita di-pos-pos-in. Jumlah pos-posnya sesuai kan saja dengan kebutuhan. Nah kalau yang sedang saya coba saat ini ada 5 pos yang terdiri dari pengeluaran rutin, zakat, dana darurat, investasi, dan lifestyle.

Pengeluaran rutin saya terdiri dari bayar kost, makan, transportasi, internet. Biasanya saya memplotkan pengeluaran harian maksimal 50% dari penghasilan. Pos zakat dialokasikan minimal 2,5%, atau bisa juga gaji yang bersih yang didapat langsung dipotong zakat penghasilan kemudian sisanya baru dibagi ke beberapa pos pengeluaran. Selanjutnya pengeluaran untuk dana darurat, nah dana darurat ini penting sebagai pegangan jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Hal-hal yang tidak diinginkan tuh misal handphone tiba-tiba rusak, maka harus mengeluarkan dana untuk service kan ya? nah dana itu diambil dari dana darurat.  Ada beberapa yang bilang kalau dana darurat itu 3x – 24x pengeluaran bulanan. Tapi semakin banyak semakin bagus sih. Jangan lupa juga untuk ditarget, misal targetnya 24x pengeluaran bulanan ya berarti ngumpulin dana daruratnya sampai 24x pengeluaran bulanan. Pengeluaran bulanan ini beda ya dengan penghasilan bulanan, karena input kadang tidak sama dengan output kan ya. Pengeluaran untuk dana darurat ini biasanya sebesar 10-15% dari penghasilan. Instrumen untuk menyimpan dana darurat sebisa mungkin harus instrumen yang liquid (mudah dicairkan).

Pos pengeluaran selanjutnya adalah investasi. Investasi ini sebenarnya didalamnya saya pecah lagi sesuai peruntukan, misal untuk biaya nikah, dana pendidikan anak, dana pensiun. Porsi pengeluaran investasi 28% dari penghasilan. Nah instrumen yang digunakan ya bebas sih, asal paham dan nyaman. Misal deposito, sukuk, SBR, ORI, reksadana, dan saham. Semakin diversifikasi semakin bagus, meminimalkan resiko gitu sih katanya.

Nah setelah dihitung, jika ada sisa maka itu saya gunakan untuk pengeluaran lifestyle. Lifestyle ini bisa berupa nonton, belanja baju sepatu skincare ya. Tips untuk menekan biaya lifestyle adalah dengan memanfaatkan promo-promo yang ada. Eh ini berlaku untuk menekan pengeluaran rutin juga sih. Setelah dibudgeting, tips kedua menuju #MerdekaSecaraFinansial adalah komitmen. Percuma juga ye kan udah dibudgeting pusing-pusing tapi kita gak komit. huhuhu.

Jadi, gampang kan budgeting ala millenials dalam rangka menuju Merdeka Finansial. Iya teorinya gampang, semoga realisasinya juga dimudahkan ya. Selamat mencoba 🙂

 

 

1 Comment

Leave a Response