Pernahkah kamu merasa stres ketika dihadapkan pada sebuah keputusan finansial yang besar? Atau merasa insecure ketika melihat banyak kesuksesan saat berselancar di sosial media? Atau bahkan hanya karena mengecek saldo di rekening? Kamu tidak sendiran. Semua itu wajar dan sah-sah saja, namun tahukah kamu apa penyebabnya? Kamu belum mencapai merdeka finansial.

Baca juga : Belajar Literasi Finansial dari Rich Dad Poor Dad.

Merdeka finansial adalah sebuah kondisi saat tidak ada kekawatiran finansial. Mereka yang telah mencapai kondisi ini tidak memiliki kekawatiran terhadap masa depan, asuransi, dana pensiun, dan lain sebagainya. Semua hal tersebut telah tercakup dalam aset mereka. Lalu, bagaimana mencapai kondisi tersebut? Tentu saja kita harus memiliki “kekuatan” untuk bisa mengambil keputusan finansial dalam setiap kesempatan. Caranya? Kita harus memiliki finansial literasi alias cerdas finansial.

Jadi mari kita bahas komponen-komponen finansial literasi agar kita memiliki bekal untuk menuju merdeka finansial.

Earn – Kenali penghasilan kamu

Sebelum memulai membelanjakan uang untuk segala kebutuhan, tabungan, dan investasi, tentu saja kita perlu tahu berapa uang yang kita hasilkan setiap bulan. Terlihat sepele namun ini merupakan pengetahuan yang penting. Jadi berapakah penghasilan kotor dan bersih bulanan kamu?

Spend – Buat anggaran agar tidak boncos

Anggaran hanyalah alat untuk merencanakan pengeluaran kamu. Kenapa harus direncanakan? Agar memudahkan kamu mencapai tujuan finansial. Gimana mau beli rumah jika kamu tidak tahu kemana saja pengeluaran bulanan kamu. Lalu bagaimana cara membuat anggaran? Ada banyak cara untuk membuat anggaran pengeluaran, salah satunya kamu bisa coba anggaran 10 20 30 40.

Save – Miliki tujuan-tujuan finansial

Semua orang mungkin memahami pentingnya menabung. Namun demikian, tentu sulit bagi kita untuk mengontrol pengeluaran jika kita tidak memiliki tujuan finansial. Tujuan finansial memang spesifik dan unik untuk setiap orang, namun setidaknya tujuan-tujuan ini harus ada.

  • Dana darurat : 6 x pengeluaran bulanan
  • Dana pensiun : tergantung keinginan, misal ingin pensiun diusia 50 tahun dengan tabungan 1 milyar
  • Big purchase – rumah, mobil, dan lain-lain

Borrow – Bijak mengelola hutang

Sepandai-pandainya kita mengelola keungan, ada kalanya hutang itu diperlukan. Hutang memang tidak disarankan, namun tidak sepenuhnya hal yang buruk. Hutang itu ok selama kita bisa mengelolanya dengan baik, kita yakin mampu membayarkan.

Kuncinya adalah kita harus bisa membedakan antara aset dan liabilitas. Jika kita mengajukan hutang untuk membeli rumah. Kemudian rumah tersebut kita sewakan dan dari uang sewa tersebut kita bisa membayar hutang, bahkan memperoleh keuntungan, tentu saja hal ini adalah aset. Namun, jika kita mengajukan hutang untuk membeli barang konsumtif, tentu saja kamu tahu jawabannya.

Protect – Sadar keamanan

Digitalisasi memang membawa banyak manfaat untuk kehidupan. Namun demikian, kita tentu tahu bahwa selalu ada resiko dalam sebuah kemajuan. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan sadar untuk menjaga keamanan dari aset-aset kita. Misal, mengganti password e-banking secara rutin.

Sudah seberapa siapkah kamu untuk mencapai merdeka finansial? Yuk cerdas finansial.

Author

HTML

Write A Comment