Idea

Pengalaman Mengikuti Shopback Class x Jouska

Pengalaman Shopback Class Jouska

Ini adalah pengalaman kedua kalinya mengikuti kelas terkait finansial, yang pertama kelas sekolah pasar modal yang diadakan oleh idx, dan yang kedua adalah shopback class x jouska yang membawa tema persiapan dana pendidikan untuk anak. Nah kali ini saya akan sharing-sharing (ceileh) tentang apa saja yang didapatkan di Shopback class tersebut.

Di dalam dunia finance, ada yang namanya basic triangle yang terdiri dari current financial statement, profile risk, dan goals. Kalo misal ada X yang menginginkan anaknya untuk sekolah di mentari school, maka pertanyaan pertama adalah si X punya duit berapa sih? Jadi dari basic triangle tersebut, yang pertama harus kita tahu adalah kita punya duit berapa (current financial statement). Current financial statement ini terdiri dari net worth dan cashflow. Net worth itu terdiri dari aset dan hutang, sedangkan cashflow terdiri dari income dan expense.

Pengalaman Shopback Class Jouska

Setelah mengetahui current financial statement, selanjutnya perlu tau profile risk. Nah profile risk ini bukan yang moderat atau konvensional ya, tapi profile risk ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya usia, tanggungan, pekerjaan, dsb.

Selanjutnya, ditentukan goalsnya itu apa. Mau ngumpulin duit untuk apa? Menurut pemaparan mba hapsari dari jouska, urutan skala wajib yang dari goals :

  1. Dana Darurat
  2. Asuransi
  3. Pensiun
  4. Dana Pendidikan

Nah, tambahannya (addition) setelah kebutuhan wajib di atas antara lain :

  1. Property
  2. Vehicle
  3. Vacation
  4. Business
  5. Capital

Dana darurat ini besarnya akan berbeda pada setiap individu, karena banyak faktor yang berpengaruh seperti expense, tanggungan dsb. Dana darurat harus alias wajib disimpan pada instrumen yang mudah dicairkan, bisa cash atau deposito yang flexible (ini bisa banget pakai jenius flexi saver). Asuransi ini juga penting karena biasanya sakit tanpa asuransi bisa bikin cashflow kacau atau bahkan aset melayang. Beruntung banget kalo misal kalian dapat asuransi dari kantor. Selanjutnya dana pensiun, kenapa sih harus menyiapkan dana pensiun dari sekarang? Ya karena ga mau dong kalo misal udah tua jadi nyusahin anaknya. Ga mau dong anak kalian jadi sandwich generation. Ayo stop sandwich generation. Dana pensiun bisa menggunakan instrumen yang lebih agresif, saham misal.

Pengalaman Shopback Class Jouska
Ilustrasi Sandwich Generation

Nah sekarang pembahasan tentang dana pendidikan. Sebelum mengumpulkan uang untuk dana darurat, harus tau mau sekolah dimana, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Pilihan sekolah tentu akan mempengaruhi berapa banyak dana yang diperlukan. Dana pendidikan ini terdiri dari beberapa komponen.

Pengalaman Shopback Class Jouska

Setelah tau sekolah tujuan dan berapa uang pendidikan pada masa kini, maka selanjutnya mari kita hitung kebutuhan dana di masa yang akan datang.

Contoh di atas merupakan contoh perhitungan dana pendidikan di salah satu SD swasta di Jakarta. Emmm kebayang yaa ternyata dana pendidikan yang perlu disiapkan banyak beneeerrr. Karena jangka waktu yang dibutuhkan lumayan lama, maka untuk instrumen yang digunakan bisa dengan instrumen yang lebih agresif, saham misal.

Kalau misal ada yang beranggapan, ah anak mah sekolah di tempat yang gratis aja. Ini balik lagi sih ke prinsip orang, tapi ya apa salahnya memberi anak yang terbaik toh kita masih bisa mengusahakan. Daripada anak sekolah di “tempat yang biasa” aja tapi orang tuanya malah hedon 🙁 kasian anaknya kan :(.

Sekian sharing sharing terkait pengalaman mengikuti shopback class x jouska terkait dana pendidikan. Semoga bermanfaat, nah kalo ada tambahan komen di bawah ya :).

3 Comments

Leave a Response