Idea

Perbedaan ORI SBR ST sebagai Alternatif Pilihan Investasi

Setelah sekian lama vakuum dari blog, akhirnya aku muncul kembali yeaaaay. Kali ini aku mau merangkum perbedaan ORI, SBR, dan ST. ORI, SBR, ST ini bisa dijadikan pilihan alternatif dalam investasi. Pada dasarnya ORI, SBR, dan ST merupakan bentuk surat utang negara yang dijamin negara tanpa batasan dan syarat.

ORI (Obligasi Negara Ritel)

Obligasi negara ritel merupakan salah satu bentuk surat utang negara dalam bentuk obligasi negara yang memiliki fixed rate (kupon). ORI memiliki potensi capital gain karena dapat diperdagangkan di pasar sekunder dengan minimum holding period yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu ORI memiliki resiko pasar apabila pemilik ORI menjual ke pasar sekunder pada saat harganya turun.

Misalkan investor memiliki ORI seri 015 dengan kupon 8,25% dengan tanggal settlement adalah 31 oktober maka kupon yang akan didapatkan pada tanggal kupon pertama (15 november) dihitung sebagai berikut.

kupon (gross) = 16/30 x 1/12 x 8,25% x jumlah kepemilikan (16 merupakan jumlah hari dari tanggal 31 oktober ke 15 november)

kupon (nett) = kupon (gross) x 15%

sedangkan untuk perhitungan kupon selanjutnya dihitung sebagai berikut.

kupon (gross) =  1/12 x 8,25% x jumlah kepemilikan

kupon (nett) = kupon (gross) x 15%

SBR (Saving Bond Ritel)

SBR merupakan surat utang negara untuk investor ritel yang memiliki variable rate atau dengan kata lain kupon mengambang dengan batas kupon terendah (floating with floor). SBR tidak memiliki potensi capital gain karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, SBR memiliki fasilitas berupa early redemption atau dapat dicarikan lebih awal. Early redemption ini dapat dilakukan setelah periode tertentu (1 tahun). Kepemilikan yang dapat dilakukan early redemption adalah 50% dari total kepemilikan. Oleh karena itu minimal untuk dapat melakukan early redemption minimal memiliki 2 unit dengan masing-masing unit sebesar Rp 1 juta rupiah.

Contoh perhitungan kupon ini diambil dari website kementerian keuangan.

Misal untuk perhitungan SBR 007. Kupon minimal ditetapkan sebesar 7,50% p.a. yang berasal dari BI 7-Day Reverse Repo Rate 6,00% + spread 150 bps dan membeli SBR007 sebesar Rp10 juta (10 unit), berikut ini adalah ilustrasi simulasi perhitungan besaran imbal hasil yang akan Anda terima pada saat pembayaran kupon pertama (long coupon) dan pembayaran kupon berikutnya apabila terjadi perubahan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR).

perbedaan ORI SBR ST

Simulasi perhitungan jika BI rate mengalami kenaikan

Perhitungan simulasi jika BI rate mengalami penurunan

Perbedaan ORI SBR ST. Simulasi perhitungan early redemption

ST (Sukuk Tabungan)

Pada dasarnya ST sama dengan SBR, yang membedakan adalah ST merupakan versi produk syariah dari SBR.

Yuhuu, sekian tentang perbedaan ORI, SBR, dan ST, kalo kalian sudah pernah coba investasi dalam bentuk ORI, SBR atau ST kah? Share di kolom komen bawah ya.

 

Leave a Response