Pindah kerja kenapa susah banget sih. Ketika masa-masa freshgraduated akan segera habis, dan ngerasa kurang berkembang dengan diri sendiri dan butuh tantangan yang lebih, jadi saya memutuskan untuk apply lamaran dibeberapa portal job. Tapi seringnya saya mengalami penolakan huhuhu. Batin semakin tertekan ngeliat instagram teman-teman seangkatan terlihat lebih sukses (anaknya emang terkadang iri dan dengki gitu),  sampai saya pernah tiba-tiba nangis aja gitu meratapi nasib hidup (padahal harusnya saya bersyukur dengan keadaan). Oke ini agak lebay, tapi saat itu saya dititik capek dan down banget sampai yang bisa dilakukan saat itu adalah nangis.

Selanjutnya, bagaimana saya menjalani dan melewati masalah tersebut? Ini adalah beberapa langkah-langkah yang saya lakukan.

  1. Self Love. Ini penting banget, semacam cintai apapun yang ada dalam diri sendiri, dari mulai kekurangan hingga kelebihan. Salah satu bentuk saya dalam self love bisa cek disini ya. Self love ini bikin saya yakin dan percaya diri bahwa saya bisa.
  2. Saat itu saya memutuskan untuk uninstall instagram, karena menurut saya sumber ke-toxic-an dalam hidup adalah instagram. Maksudnya gini lo, seringnya yang terjadi di instagram adalah orang-orang membagikan momen-momen kesehariannya yang terkadang itu membuat saya menjadi iri dan dengki kenapa saya tidak bisa seperti itu, padahal ya sebenarnya hidup orang kan beda-beda dan jalan hidup orang juga beda-beda. Sebenarnya sikap iri dan dengki dengan pencapaian orang-orang disekitar bagus karena membuat kita menjadi lebih semangat gitu kan, tapi yang terjadi dengan saya waktu itu hanyalah semacam ngotot dengan diri sendiri hingga akhirnya menyalahkan diri sendiri. Nah saat itu saya berpikir, wah ga bisa gini nih, dan langkah terbaik saat itu adalah uninstall instagram. Hampir dua minggu saya uninstall instagram dan itu cukup work. Sambat-sambat saya berkurang hahahaha. Lalu gimana dengan hiburan saya saat itu? saya lebih memilih membuka twitter. Tapi semua balik lagi dengan cara kita menyikapi sebuah masalah, dan saat itu saya memilih dengan langkah tersebut.
  3. Temukan orang untuk membagi kesulitan. Orang yang dimaksud bisa saja berasal dari orang tua ataupun teman ya. Mereka hanya perlu mendengarkan keluh kesal kita aja kok, ga usah ngasih solusi, karena saat-saat down yng kita butuhkan hanya didengarkan. Hiyaa hiyaaa. Pastikan juga ya orang itu mau untuk mendengarkan keluh kesahmu dalam hidup.
  4. Tetap bersyukur, berdoa, dan berusaha. Kalo kata orang jawa, harus tetap legowo dalam menjalani hidup, tetap nrimo apapun yang sudah digariskan olehNya. Setelah itu harus tetep berdoa dan berusaha mengejar apa yang ingin dikejar, setelah itu ya sabar. Kalau misal udah legowo, udah berdoa, dan udah berusaha tetapi belum tercapai juga ya mungkin kitanya engga sabar. Simpel ya, tapi berat menerapkannya. Tapi yakin aja kalau kita bisa.
  5. Berbanyak beramal. Semakin banyak beramal semakin banyak yang bakal kita terima. Tapi yang kita terima tidak selalu tentang materi sih, bisa saja kesehatan jiwa dan raga serta mental ye kan.
  6. Baca buku-buku self love atau self improvement. Oiya saya juga jadi suka dengerin ceramah-ceramah gitu di podcast spotify. Biar lebih adem aja kan jiwa dan raga ini.

Jadi, sebenarnya pindah kerja itu engga susah, cuma seberapa jauh usaha kita buat dapetin apa yang kita mau aja gitu kan?.

Author

A girl who is always cheerful and full of enthusiasm in living a challenging life.

Write A Comment

Pin It